Menteri-Menteri Salah Undi Di Kabinet Kerja

Kebinet Kerja Jokowi

Presiden Jokowi termasuk manusia yang sabar. Kita tahu sejak awal, menteri-menteri Kabinet Kerja Jilid Dua itu banyak yang tak becus kerja. Sejak tiga bulan pertama semua orang bisa mengukurnya.

Tapi karena ada kesepakatan politik, agaknya Jokowi harus memberikan mereka waktu untuk belajar. Ia tahu, di bawah sudah banyak yang ribut. Kepercayaan publik kepadanya merosot drastis.

Namanya Kabinet Kerja, tapi banyak menteri yang tak bisa kerja. Sungguh ini ironi yang banal.

Menteri-menteri itu seolah tak melalui proses seleksi. Tapi diundi. Yang sodokan politiknya kuat, mereka yang jadi menteri. Akibatnya, menteri-menteri salah undi ini tak sesuai spesifikasi.

Yang membuat saya heran, kenapa Jokowi baru marah sekarang? Orang-orang yang ada di istana itu tidak sedang bekerja untuknya. Mereka sibuk memperkuat diri. Bagian ke Jokowi hanya kata-kata manis. Proyek-proyek ambisus. Dan ilusi tentang masa depan.

Sesuatu Yang Bukan Jokowi

Menkes Terawan yang sebelumnya bikin ribut, kali ini kena semprot. Anggaran 75 triliun baru dikucuran 1,5%. Wong edan. Birokrasi kementerian memang berbelit. Ada banyak berkas yang harus ditandatangani. Ada banyak pintu yang harus dilewati.

Apalagi jika menterinya hanya ngerti soal-soal teknis. Jadi kesalahan penunjukan awalnya dari sini. Kementerian itu bukan lembaga teknis. Contoh rumah sakit, tak harus dikelola oleh seorang dokter. Tapi orang yang paham keuangan.

Urusan nyuntik pasien mungkin ranah dokter. Tapi visi tentang pelayanan dan peningkatan kualitas rumah sakit, bagian seseorang yang paham ekonomi.

Itulah mengapa, rumah sakit swasta kita udik dan tertinggal. Banyak yang tidak bisa melakukan initial public offering (IPO). Karena yang mengelola dokter. Mereka buta pasar modal. Tahunya nyuntik orang.

Kementerian juga begitu. Terawan mungkin dokter yang baik. Tapi dia tahunya nyuntik orang. Mestinya kementerian diisi oleh orang yang taktis. Tidak harus dokter.

Akibatnya begini. Saat ada masalah di lapangan, ia tak bisa berimajinasi. Yang dirugikan tidak hanya Jokowi, tapi rakyat banyak.

Misalnya soal pengobatan Covid-19, rumah sakit banyak yang menolak pasien Corona. Mereka akan memberi rujukan ke rumah sakit yang memang sudah ditunjuk untuk itu. Apa sebabnya? Karena Pemerintah lambat bayarnya.

Padahal peraturannya, pengobatan Corona ditanggung Pemerintah. Tapi jalan ke sana berbelit. Kebanyakan syarat. Pemerintah budek. Lamban dan gak becus kerja.

Akibatnya pasien terlantar. Tidak tertangani. Atau mereka menumpuk di rumah sakit rujukan. Bagi yang punya uang akan bayar pakai uang pribadi. Soalnya nyawa urusannya. Sementara menteri-menteri Jokowi hanya pandai bergaya di televisi. Main tiktok. Rajin muncul di medsos.

Rumah sakit perlu biaya operasional. Mereka memang kerja sosial, tapi juga butuh hidup. Kementerian mestinya menjembatani ini. Bukan malah dipingpong. Bayarannya diutang lama sekali. Akhirnya mereka akan kesulitan keuangan.

Yang salah ini jelas menteri. Duit ada. Tinggal dikucurkan. Peraturan tinggal ditandatangani. Begitu ada pasien Corona masuk ke rumah sakit, duitnya segera cairkan. Gak perlu nunggu laporan lengkap dulu.

Baca Juga:
Jokowi Marah dan Ancam Reshuffle

Ini zaman maju, tapi birokrasi kementerian seperti era kolonial saja. Karena menterinya orang teknis. Tahunya nyuntik orang. Hambatan seperti ini tak masuk ke tempurung kepalanya. Ia gak tahu solusinya. Paham masalah aja enggak.

Jokowi katanya marah pada menterinya. Ini kejadian 18 Juni 2020, yang baru dibuka sekarang. Sebenarnya ini agak terlambat. Tapi ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah perombakan total. Sudah cukup waktu untuk belajar. Menteri-menteri itu memang gak bisa kerja.

Ini menyangkut nasib ratusan juta orang lho, jangan coba-coba. Nanti kalau malapraktik bagaimana?

Pak Jokowi, anda salah pilih menteri. Siapapun dulu yang menyodorkan nama mereka di meja anda, sama bajingannya. Mereka gak ada gunanya bagi negara. Tahunya memperkuat basis politik, mengajak kroni, memperbanyak pundi-pundi.

Semoga saja kali ini anda marah beneran, bukan marah sinetron-sinetronan…

Sumber: Facebook – Kajitow Elkayeni

Bagikan Artikel Ini:

About the author

Peter White

Copyright © 2020. IndonesiaLebihBaik.com Allright Reserved.