Kenapa Jerinx Harus Di Penjara?

JERINX

Dijadikannya Jerinx sebagai tersangka bikin kaget banyak orang.

“Kok cepat banget ?”

“Beda pendapat aja kok di penjara ?”

Begitu status teman-teman di timeline saya. Mereka mencoba bersimpati pada Jerinx, meski saya tahu mereka juga belum tentu setuju dengan gaya bahasa Jerinx yang suka kasar dalam menyatakan pendapatnya.

Yang banyak orang tidak tahu adalah bahwa bencana pandemi ini bisa dibilang bencana luar biasa. Cara untuk mengatasinya, juga harus luar biasa. Waktu dan dana dikerahkan habis-habis-an untuk menghadapi situasi ini yang sangat berpengaruh pada kesehatan dan ekonomi di suatu negara.

Dan negara masih direpotkan dengan yang namanya “infodemik massif”. Apa itu? Informasi palsu yang disebar berkaitan dengan Corona. Info palsu atau hoax ini disebarkan dengan tujuan membangun kepanikan di masyarakat sekaligus membangun ketidakpercayaan atas apa yang dilakukan pemerintah.

Karena dampak hoax di masa Corona ini sangat merugikan, maka beberapa negara tegas mengambil tindakan. Selain Indonesia, Hongkong, Vietnam dan India, dibilang sangat agresif dalam menangani hoax di masa Corona ini. Patroli siber disiapkan betul dan sudah banyak orang masuk penjara akibat masalah ini.

Jerinx adalah publik figure. Dia diikuti oleh ribuan orang yang banyak mengidolakannya dan mengikuti apapun katanya. Dan situasi ini bisa berbahaya ketika Jerinx mengampanyekan hal yang negatif, seperti tolak Rapid Test, justru ketika pemerintah sedang berperang menanganinya.

Saya yakin, dijadikannya Jerinx sebagai tersangka, bukan semata-mata karena dia menyebut IDI sebagai “kacung WHO”. Itu adalah puncak dari apa yang dilakukan Jerinx selama ini yaitu “membangun ketidakpercayaan” dengan apa yang dilakukan pemerintah.

Dalam situasi luar biasa seperti pandemi ini, memang dibutuhkan kepercayaan bersama terhadap apa yang dilakukan negara. Tanpa kepercayaan bersama, kita akan sulit mengatasi situasi ini. Itulah kenapa Jerinx mungkin harus dipenjara. Selain sebagai efek jera supaya orang2 tidak mengikuti langkahnya menyebarkan pemahaman negatif.

Jadi ini bukan sekedar “beda pendapat aja kok harus dipenjara..”. Bukan.

Tapi negara harus melindungi kepentingan yang lebih besar supaya bisa melewati situasi ini. Dan kebetulan, IDI melaporkan penghinaan atau penyebaran kabar bohong oleh Jerinx bahwa mereka “kacung WHO”.

Jika Jerinx tinggal di Vietnam, Singapura, Hongkong, dia tentu akan mengalami nasib yang sama. Apalagi jika dia tinggal di India, wah bisa dirotan habis2an oleh Inspektur Vijay.

Baca juga:
Kebocoran Data Telkomsel, Ini Permainan Siapa?

Ini yang harus dipahami banyak orang, bukan sekedar protes aja.

Jerinx, mungkin juga Anji juga Ahmad Dhani dan banyak musisi lain seharusnya bisa menuangkan keresahannya lewat karya. Bukan cuman teriak2 meresahkan demi konten untuk menaikkan citra diri mereka yang menjelang pudar tergerus jaman.

Contohlah bang Iwan Fals. Dia membungkus kritik kerasnya lewat lirik lagu dan musik yang bagus. Karyanya abadi dan orang suka mendengarnya.

Bersuaralah dengan karya, ini yang mungkin dilupakan oleh banyak musisi kita di zaman semua serba instan.

Seruput kopinya, kawan..

Denny Siregar

Sumber: Facebook Denny Siregar

Bagikan Artikel Ini:

About the author

Peter White

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Copyright © 2020. IndonesiaLebihBaik.com Allright Reserved.