Jadikan Erick Thohir Ketua Gugus Tugas Covid-19

Erick Thohir Ketua Gugus Tugas COVID-19

Cara Halus Jokowi: Pasemon Jawa

Banyak yang kaget ketika saya mengkritik Gugus Tugas Covid-19. Kritik itu sebenarnya tidak langsung menuding Jokowi. Tapi orang-orang yang telah diberi mandat untuk menangani urusan tertentu. Bisa menteri, bisa juga posisi di bawahnya. Intinya kerja mereka tidak beres.

Sekarang terbukti, Jokowi sebagai orang Solo mengambil langkah memutar. Ia menunjuk Erick Thohir untuk mengambil kendali. Tapi tidak membubarkan Gugus Tugas Covid-19, Judulnya Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan COVID-19.

Baca Juga:
Gugus Tugas Yang Gagal Tugas

Intinya sebenarnya satu, mengendalikan penanganan Covid-19 yang centang-perenang. Bonusnya fokus ke sektor ekonomi sesuai keahlian Erick. Tapi kita semua tahu, Gugus Tugas Covid-19 harus melapor ke Erick. Itu artinya, ini kalau pakai teknik pasemon orang Jawa, ada teguran halus di sana. Itu kalau orangnya merasa.

Tentu saja, Jokowi tak ingin menyakiti siapa pun. Ia hanya ingin urusan beres. Tak perlu menambahi barisan sakit hati. Maka langkah “penguatan” ini memang tepat dari segi politik. Alasannya penguatan, tapi tujuan utama tentu adalah menghadirkan sosok baru sebagai tempat melapor.

Sebegitu luar biasakah sosok Erick? Sebenarnya tidak. Ada banyak orang dengan kemampuan sekelas Erick. Tapi sosok Erick dijadikan umpan lambung, agar semuanya terlihat masuk akal.

Cara seperti ini tentu tidak mengejutkan. Karena sudah banyak hal sama yang dilakukan Jokowi. Hanya saja, banyak orang yang tidak paham pola kerjanya. Jalan melingkar itu ditempuh demi kebaikan bersama.

Memang tidak mudah menerima kritik, apalagi jika itu dianggap akan menodai keluhuran seseorang. Padahal tujuannya adalah mengingatkan. Jokowi sendiri tak mungkin berucap dengan lantang sambil menunjuk muka seseorang. Ia bukan pribadi seperti itu.

Tugas orang di luar tembok istanalah yang mesti memberi peringatan. Karena kita mampu melihat segala sesuatu dengan lebih jernih dari jarak yang cukup. Tidak terlalu dekat, juga tidak terlalu jauh.

Menkes atau siapapun yang menjadi ujung tombak penanganan Covid-19 mestinya mawas diri. Pasemon yang dilakukan Jokowi itu adalah langkah kedua, setelah memberikan teguran sebelumnya dalam video itu. Masih ada langkah terakhir, seandainya pembantu di sekitar presiden membandel: Reshuffle.

Namun cara terakhir itu memang agak kasar. Dalam kondisi prihatin karena Corona, hal itu menjadi opsi paling buncit. Dan seringkali, cara ini akan melahirkan barisan sakit hati baru.

Mungkin banyak orang yang belum paham, kenapa orang Jawa meletakkan keris di belakang punggungnya? Padahal lazimnya senjata dalam pakaian adat lain diletakkan di depan atau di samping penggunanya. Ini juga pasemon, bahwa dari depan, orang Jawa cenderung ramah dan bisa menerima tingkah orang lain. Tapi di titik tertentu, jika melewati batas, kerisnya yang akan berbicara.

Cara inilah yang baru saja dipakai Jokowi. Ngerti ora son…

Sumber: Facebook – Kajitow Elkayeni

Bagikan Artikel Ini:

About the author

Peter White

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Copyright © 2020. IndonesiaLebihBaik.com Allright Reserved.